Maafkan Saya karena Kesibukan Saya

Uhhh… akhirnya berakhir juga penderitaan ini. Penderitaan? Yup, sebuah penderitaan akibat koneksi internet saya mengalami gangguan teknis yang menyebabkan saya tak bisa lagi surfing di WP selama beberapa hari. Ini merupakan penderitaan bagi saya.

Saya ampe malu ama teman-teman bloger yang kebetulan kesasar masuk ke blog saya. Bahkan teh jurig sempat nulis komen yang isinya sebuah pertanyaan, kenapa artikel di blog ini belum diupdate juga? Yah, itu tadi jawabannya, karena koneksi yang sedang mengalami gangguan teknis. Selain itu juga masih ada jawaban lain. Kebetulan pada waktu yang bersamaan saya sedang super sibuk akibat diberikan mandat oleh para tetua kampung saya untuk mengemban tugas sebagai Ketua Panita Peringatan Isra’ Mikraj Nabi Muhammad SAW dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

Nah, yang kedua inilah yang benar-benar sangat menyita waktu. Saya harus serius mempersiapkan segalanya karena para tetua kampung yang memberikan amanah kepada saya berpesan agar acaranya dibuat semeriah mungkin dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Saya harus berusaha ekstra keras agar dapat memenuhi target dana yang dibutuhkan. Itu sebabnya beberapa hari belakangan saya sering lalu lalang di jalan-jalan kota Medan untuk menemui beberapa orang berduit yang mau menyumbangkan sedikit uangnya demi terlaksananya kegiatan ini. Bahkan saya harus keluar kota untuk nguber orang berduit yang disebut sebagai donatur.

Selain itu saya juga harus mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut karena panitianya hanya terdiri dari beberapa orang saja yang punya kepedulian sangat minim terhadap kegiatan ini. Untunglah para tetua kampung yang memberikan mandat kepada saya untuk melaksanakan acara ini ikut membantu sehingga acara ini dapat terlaksana dengan meriah dan sukses. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya karena saya dibantu oleh semua kalangan masyarakat di kampung saya dari mulai anak kemarin sore hingga ibu dan bapak tahun kemarin. Semua kalangan masyarakat ikut membantu, mulai dari ibu-ibu perwiritan yang menyiapkan konsumsi dan tampil di panggung membawakan lagu-lagu khasidah bersama grup nasyidnya, anak-anak yang dibantu oleh beberapa anggota remaja mesjid menampilkan puisi dramatikal, serta bapak-bapak yang ikut membantu bergotong royong membersihkan mesjid dan mencat ulang dinding mesjid yang mulai terlihat kotor dan usang. Ini adalah kejadian langka di kampung saya sebab sebelumnya di kampung saya sering terjadi adu argumen antara remaja mesjid yang ingin mengadakan perayaan hari besar Islam dengan para pengurus mesjid yang terkesan ingin menghalang-halangi kesuksesan perayaan tersebut, tapi kali ini saya didukung dengan kekuatan penuh. Bahkan orang-orang yang tadinya terkesan tidak perduli pun ikut ambil bagian membantu suksesnya acara ini.

Alhamdulillah, akhirnya setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan acara tersebut sukses dan berlangsung sangat meriah. Walau target dana tidak terpenuhi, namun dana yang berhasil terkumpul cukup untuk membiayai acara mulai dari persiapan awal hingga pembubaran panitia yang berlangsung tadi malam. Semuanya ini berkat bantuan dan partisipasi serta kerjasama dari semua kalangan masyarakat tersebut. Saya bangga karena mendapat pujian juga dari beberapa kalangan masyarakat.

Kini semua sudah kita lewati, tibalah saatnya kita menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan dengan persiapan diri yang matang. Buat teman-teman bloger saya berharap dapat memaafkan semua kesalahan saya baik secara sengaja atau tidak sengaja yang pernah saya lakukan terhadap teman-teman dan sayapun memaafkan semua teman-teman bloger agar kita dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan hati yang suci pula. Selamat menunaikan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadhan.

4 Tanggapan

  1. baiklah, saudaraku, engkau kumaafkan.

    pantaslah aku merasa kedinginan beberapa kali berkunjung ke blog ini. sepi. tak ada suara. tak ada kutengok muncung lae dion. [mumpung belum puasa, jadi ngomong muncung dulu sepuasnya].

    kalau masih ada sisa dana panitia, jangan bingung-bingung lae mau diapakan. aku siap menampung, 25 jam perhari, 32 hari sebulan.

    oh ya, besok kita mulai puasa. lae senang gak? jujur, aku sendiri sangat senang. tak sabar aku ingin segera menyantap kolak pisang — yang hampir tak pernah kumakan selain di bulan puasa.

    bagiku puasa sih makan enak saja. soal menahan nafsu dan amal ibadah, tak usahlah kuceritakan; biarlah cuma DIA yang tahu.

    sebagai penutup komentar yang sangat bermutu ini, aku ingin meminjam istilah para penyiar radio: “semoga kita kompak selalu.”

  2. @ lae jarar
    iya lae beberapa waktu bekangan aku memang jarang on line karena sibuk dan koneksi yang bermasalah. Sekarang semuanya udah beres dan aku kembali lagi.
    Senang rasanya kembali bertemu bulan Ramadhan, mudah-mudahan aku kuat menahan segala godaan dan puasaku penuh sebulan serta mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.
    Salam kompak juga lae (ini sih istilah radio jaman dulu lae)๐Ÿ˜€

  3. Mantap tulisan kau Lae… Horas !!!!

    **sok bisa bahasa batak**

  4. makasih mat… Horas juga hihihi…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: