PLN Padamkan Listrik 12 jam Sehari

Hari Sabtu dan Minggu kemaren adalah hari yang paling gw tunggu-tunggu. Why? Because, Sabtu dan Minggu kemaren ada siaran langsung balap mobil dan motor paling bergengsi di dunia, Motogp dan Formula1. Gw udah nungguin untuk menyaksikan pembalap jagoan gw bertarung dan pasti sangat seru. Gw udah batalin semua janji untuk hari Sabtu dan Minggu.


motogpTiba saat yang ditunggu-tunggu, Sabtu saat berlangsung balap motor di sirkuit Assen Belanda. Gw udah stand by di depan TV buat nyaksikan jalannya balapan. Seperti biasa, sebelum balapan dimulai, pembawa acara yang bahasa kerennya presenter obral obrol dulu dengan komentator yang diundang buat memberi komentar tentang balapan. Gw udah gak sabar buat menyaksikan pertandingan tapi komentar sang komentator gw simak juga.

Pas ketika sang presenter mengatakan bahwa balapan akan segera dimulai, gw yang udah pasang mata dan telinga semakin menajamkan mata dan telinga gw. Tapi tepat ketika TV menampilkan gambar langsung dari sirkuit Assen, listrik di tempat gw tiba-tiba saja padam. Segudang sumpah serapah terlontar keluar dari mulut gw. @#$%!?/. Kenapa listrik mati tepat ketika balapan akan segera dimulai. Dengan perasaan super kesal gw memaki dalam hati.

Akhirnya gw cabut dari depan TV karena listrik baru akan menyala kembali setelah 4 jam. Gw berpikir okelah kalau listrik mati sekarang asal besok pas siaran langsung balap Formula1 listrik gak ikutan mati.

formula1

Besok sorenya, siaran langsung balap formula1 dimulai tepat pukul 16.30. Gw yang udah mandi dan gosok gigi langsung parkir di depan TV setelah sedikit debat dengan adik gw yang saat itu pengen nonton sinetron gak bermutu. Tepat ketika acara siaran langsung akan dimula, lagi-lagi gw melontarkan segudang makian memaki PLN yang kembali memadamkan listrik di tempat gw. Kekesalan gw serasa memuncak karenaPLN memadamkan listrik tepat saat gw pengen nonton balapan yang udah gw tunggu-tunggu.

Sabtu gak jadi nonton Motogp, Minggu kembali gw gak nonton Formula1. Kenapa seh PLN sering memataikan listrik belakangan ini. Malah berita terakhir yang gw baca disini, katanya PLN akan melakukan pemadaman listrik untuk Sumut 12 jam sehari.

Gw pikir-pikir lama-lama orang Sumut akan kembali ke jaman batu, jaman ketika manusia hidup tanpa listrik karena listrik emang waktu itu belum ditemukan. Bayangkan, listrik mati 12 jam setiap hari. Setiap kali padam akan selama 4 jam, berarti sehari kita akan mengalami pemedaman listrik sebanyak 3 kali. Minum obat kali 3x sehari.

PLNKantor PLN wilayah sumbagut sebelumnya udah didemo massa. Bahkan Massa yang juga terdiri dari ibu-ibu melempari PLN dengan tomat busuk. Selain itu demo juga udah dilakukan di kantor DPRDSU menuntut agar direktur PLN dicopot. Namun PLN tetap aja nekad mematikan listrik untuk wilayah Sumut. Alasan PLN memadamkan listrik adalah karena Sumut mengalami defisit cadangan listrik. Mengapa terjadi defisit? Bukankah masyarakat tak pernah tak bayar listrik. Kalau ada yang berani tak bayar listrik 3 bulan berturut-turut, maka PLN akan melakukan pemutusan hubungan listrik. Lalu bagaimana kalu PLN yang melakukan pemadaman listrik selama 12 jam sehari selama 3 bulan berturut-turut, harusnya rakyat berhak untuk melakukan pemutusan hubungan pembayaran dunk.

Alasan PLN yang mengaku sedang mengalami defisit cadangan listrik tak dapat diterima akal, sebab dari sekian milyar pemasukan PLN setiap bulan dari pembayaran rekening listrik, masa PLN gak bisa memperbaiki kekurangan cadangan listrik? PLN seharusnya dapat mengatasi kekurangan pasokan listrik kalau saja PLTA Sigura-Gura yang dulu begitu dibanggakan PLN karena merupakan salah satu pembangkit listrik pertama di Indonesia dapat digunakan untuk menerangi seluruh Sumut. Lalu mengapa saat ini PLTA yang masih beroperasi itu tak mampu menerangi Sumut? Karena PLTA yang dibangun dari dana APBD itu hanya diperuntukkan bagi perusahaan penghasil Aluminium di Sumut bernama Inalum. Jadi PLTA dibangun hanya untuk Inalum sebuah perusahaan swasta di Sumut, padahal PLTA dibangun dari dana APBD Sumut.

Bayar listrik telat sebulan, denda, 3 bulan putus. Ini hukum yang diberlakukan PLN soal pembayaran listrik. Lalu jika PLN melakukan pemadaman sesukanya harusnya ada kompensasi atas denda dan sanksi dari PLN tersebut. Sebulan sudah PLN memadamkan listrik setiap hari secara bergiliran, harusnya rakyat dapat melakukan denda terhadap PLN seperti yang dilakukan PLN terhadap pelanggannya. Jika pemadaman berlangsung setiap hari secara bergiliran selama 3 bulan, maka PLN wajib menerima sanksi dari rakyat berupa pemutusan pembayaran rekening. Itu baru namanya adil, jangan mau menang sendiri aja dunk PLN mentang-mentang dia menjalankan bisnis secara monopoli di negeri ini. Coba aja kalau pemerintah membuka peluang bagi investor untuk membuka sebuah perusahaan listrik di negeri ini, PLN udah gulung tikar kali karena gak punya pelanggan lagi akibat dari pelayanan yang buruk. Semua pelanggan tentu saja beralih ke swasta.

Banyak orang Sumut yang bilang, lebih baik puasa selamanya atau piala dunia berlangsung setiap hari agar tidak ada pemadaman listrik di Sumut karena pada saat bulan puasa yang lalu, PLN mampu memasok listrik untuk Sumut sebulan penuh tanpa pemadaman sama sekali, demikian pula saat kompetisi sepakbola paling bergengsi sedang digelar di Jerman tahun lalu, PLN mampu memasok listrik sebulan penuh selama kompetisi berlangsung, lalu kenapa sekarang tidak?

Pelanggan sudah sangat dirugikan, PLN sudah sangat keterlaluan. Sudah setahun rakyat Sumut kekeringan listrik, lalu kapankah bencana ini akan berakhir? Tidakkah anda melihat, pemadaman listrik mulai memakan korban jiwa manusia akibat kebanyakan menghirup asap dari genset yang terpaksa dinyalakan setiap ada pemadaman listrik? Manurut perhitungan, PLN harusnya untung setiap bulan dari pembayaran rekening listrik, tapi kenapa PLN gak mampu memperbaiki segala sesuatunya dari keuntungan yang didapatnya? Sepertinya managemen PLN harus ditinjau ulang, atau kalau perlu ganti aja direkturnya dengan direktur baru, siapa tahu dengan reformasi total di tubuh PLN akan membawa kemajuan yang dapat memuaskan pelanggan. Tolong jangan padamkan listrik, kami bukan manusia jaman batu yang gak perlu listrik.

30 Tanggapan

  1. blun baca semua..
    tapi kayanya beli genset aja dech mas..
    hehehe ^^v

  2. @ Neo Forty-nine
    PLN memang suka bikin kesel, tapi gak harus seradikal itu dunk ngatain PLN. Biar gimanapun PLN itu tetep milik bangsa kita yang sebenarnya harus kita syukuri walau dia sebangsat itu hihihi…πŸ˜€

    @ sezsy
    emang seh, genset itu sangat membantu, tapi aku kuatir juga, beberapa waktu yang lalu baca berita ada yang mati gara2 kebanyakan menghirup asap genset akibat mati listriknya bolak balik. Gimana dunk… *bingung mode on*

  3. hidup PLN …πŸ˜†

  4. @ jurig
    apanya yg hidup, lha listriknya mati mulu, gimana hidup cobaπŸ˜€

  5. “Lalu mengapa saat ini PLTA yang masih beroperasi itu tak mampu menerangi Sumut? Karena PLTA yang dibangun dari dana APBD itu hanya diperuntukkan bagi perusahaan penghasil Aluminium di Sumut bernama Inalum”

    Lah licik amaatt..si amat aja gak licik.. *jayus*

    PLN ini bener2 harus bener2 serius bebenah deh..pelayanannya bener2 bikin kecewa..
    πŸ™„

  6. @ chielicious
    iyah chi, harusnya PLN bisa introspeksi diri khan, sayangnya PLN monopoli soal pengadaan listrik coba kalo ada swastanya, gak bakalan punya pelanggan deh PLN, pelayanannya buruk seh…

  7. (“,) whitegun
    beneran ada yang mati gara-gara ngirup genset???

  8. @ sez
    bukannya mati karena ngirup genset, (terang aja mati, genset dihirup, gede amat tuh idungnya hehehe… ^_^) tapi ngirup asap yang keluar dari genset. ini beneran terjadi di medan beberapa waktu yang lalu aku baca beritanya di koran lokal, seorang anak yang meninggal dunia dan ketika do otopsi di RS ternyata tuh anak keracunan udara, yah asap dari genset lah…

  9. mwahahahahahaha baca komen yg no 9 itu loh…begh kalo ada yah yg mati ngirup genset secara langsung pasti matinya masuk MURI ato malah Guiness book pf record? -bener ga nih nulisnya?- hmm masalah PLN sih…yaaa itu perusahaan swastanya di demo juga ajah, ato kasih sajen biar bangkrut hehe

  10. @ ninoy
    bener, kalo ada yang bisa ngirup genset mah beneran masuk guiness book of record deh hehehe… udah ada langkah yang dilakukan pempropsu ke perusahaan swasta itu, cuma blom keliatan hasilnya. thanks yah noy udah mampir

  11. Kalo di luar negeri om whitegun, pelanggan malah bisa menuntut balik karena dirugikan perusahaan. Di negera tetangga, salah satu teman saya menceritakan kasus mati lampu sekitar ~1 jam di sana yang berujung tuntutan perdata, perusahaan raksasa di sana, Sony Ericsson langsung nuntut karena menghambat produktivitas bisnis mereka. Dan bukan mereka sendiri yang kehilangan produktivitas, tapi entah diselesaikan “kekeluargaan” atau mungkin diskon abodemen 10% seperti di sini saya juga tidak tahuπŸ™‚

    Biasanya juga mereka kalau ada perbaikan diumumkan dulu di media. Untuk meminimalkan “hal-hal yang tidak diinginkan”

    Di Indonesia tidak pernah ada cerita bahwa masyarakat/perusahaan bisa menang melawan perusahaan negara macam PAM, PLN atau sejenisnya. CMIIW. Aneh memang, perusahaan MONOPOLI kok bisa rugi yah? Anak kecilpun tahu kalau saya seorang yang jualan bakso di Medan pasti gak bakalan rugi.

    Tahu kisah lucu yang tidak lucu? Listrik hidup, kisaran 160-180V. Dan PLN tidak akan menggaransi kerusakan yang terjadi setelah melewati meteran listrik. Sama seperti PAM. Air kotor berpasir? Mau pake silahkan gak mau silahkan buang.

  12. @ kamaruddin
    yup bener, kayaknya udah saatnya nih pemerintah mengijinkan perusahaan swasta jualan listrik, biar PLN dan PAM gak bisa semena-mena lagi. Biar sekalian PLN dan PAM gak punya pelanggan, daripada pelanggan terus menerus dirugikan, tul gak…

  13. saatnya berharap pada PLTN😎

  14. Apa dengan menggunakan PLTN yang jelas biayanya lebih mahal daripada PLTA dan PLTUakan dapat mengatasi krisis listrik seperti yang sekarang dialami PLN Sumut? kalo emang bener, gpp deh, ntar gw lebih rajin deh bayar pajak (selama ini pernah aja syukur)πŸ˜€

  15. Wah ngurusin listrik lagi, yach.

  16. wakakakakkkkk

    kacian de lu
    pertandingan jadi ga seru
    lebih seru tebak2an nama -kecil-

    wakakakakakkkk

    *kabooooooooooorrrrrrrrrr*

  17. @ majalah dewa dewi
    bukan cuma ngurusin nih, kalo bisa sekalian PLN dibubarin, trus buruan bikin perusahaan listrik swasta judulnya PLS.πŸ˜€

    @ kecil
    kalo kecil mah tebakannya pasti ketebak semua, masa yg gede kalah ama anak kecil hihihi…πŸ˜€
    *kabur juga sebelum ditimpuk kecil*

  18. PLN Taek Kucing !!

  19. wah urusan bawah perut (apalagi bawah perut kucing) jgn dibawa-bawa ke blog mas, hehehe…

  20. @ agus
    sory gus, karena ini situs non kemersil jadi gak boleh promosi disini, makanya komen km aku hapus, sory yah

  21. Untuk teman2x seperjuangan,saya ingin memberitahu,kalo pln cbng bks jg krg profesional,mereka memutus listrik smntr ke rmh gw gr2 2bln tlt byr,gw kelupaan mcyar,pdhl ketentuannya stlh 3bln br diputus smntr,ada petugas pln yg dtg krmh smbl membawa srt pmtsn smntr,gw jg sempet protes,tp mrka blg sdh sesuai prosedur,siangnya gw lsng byr via atm,stlh itu gw telp ke nmr pln cbng bks,kt operatornya stlh slt jmt mrka akn dtg lg tuk mmsh listrik kmbli,tp hingga mlm pkrj pln tdk jd jg,gmn ini?,gw dibwt ksl ma pln,mo smp kpn pln spt ini?,wahai seluruh karyawan pln sadarkah,kalian melayani masyarakat Indonesia,bukan bangsa asing,jadi bersikaplah profesional dan mengutamakan kepuasan pelanggan,tidak hanxa mengejar materi.
    Tp skrg untunglh esok siangnya ad ptgr pln dtg tuk mmsgnya,tmn2x sklian klo ad yg mpunyai ksah yg serupa dpt menceritakanya disini,terima kasih.

  22. @ dhika
    coba aja seandainya di negara kita dijinkan buat buka perusahaan listrik swasta, pasti deh PLN bakal gulung tikar, biarin aja salah sendiri napa gak prof gitu seh kinerjanya. Pernah gw ngalamin mati listrik pas lagi kerja malam trus temen gw iseng tlp ke PLN, trus operatornya bilang emang udah gilirannya mas, temen gw bilang lagi idupin dunk emang kerja kalian disana ngapain aja, dengan santai dan tanpa dosanya tuh operator jawab yah tidur lah…

  23. Dear All,
    mungkin banyak yang berpikir apa susahnya si nyediain listrik yang berkesinambungan dan berkualitas kepada masyarakat?
    ternyata setelah dikaji lebih dalam dari berbagai sumber media, saya punya pemikiran begini:
    – PLN tidak dapat disamakan dengan BUMN lain yang sudah memiliki kinerja yang dinilai cukup baik, karena dalam hal ini PLN sperti dianaktirikan. Bagaimana tidak?biaya produksi listrik sebesar Rp 2500/KWH hanya dijual Rp 800/KWH. tentu saja PLN mengalamai kerugian. Yup meskipun kerugian itu di subsidi pemerintah (itu saja melalui perjuangan keras di parlemen), tapi tetap saja menyebabkan PLN kurang bergeliat. hal ini disebabkan karena PLN tidak punya dana untuk investasi dan mengembangkan dirinyan sendiri. Untuk saat ini dsjs PLN berusaha nambah Pembangkit dengan cara utang…

  24. Aduh sedihnya yang kena jatah mati lampu :p

    aku cuma tergelitik, di negeri ini banyak sekali universitas, dan udah banyak yang menemukan Pembangkit listrik tenaga biomasa, matahari, angin, dll….kenapa gak ada saling kerjasama aja…..hehhehehe…habis tergelitik jadi pingin tertawa jadinya, karena aku terlalu berangan2πŸ™‚

  25. 197 x 245 – 40k

  26. 950 x 403 – 146k – jpg

  27. waaaaaaaaaaaaaaah, kayaknya hobi si “PISTOL PUTIH alias WHITE GUN” sama nich ama gue, dan giliran listriknya juga sama di tempat gue BANGKA BELITUNG tepatnya di Bangka Tengah, selamat buat Jagoan MOTO GP saya VALENTINO ROSSI yg dah dapat gelar juara dunia 2008, btw sama ga’ jagoan motogp nya ama gue?

  28. kalau mau lihat/baca data rekening listrik kok payah banget padahal aku penting bangat,untuk pembayaran kekantor jaga.aku kan kolektor, jadi mohon pada website layanan pelanggan memperhatikan layanannya untuk data rekening listrik ,,ok….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: