Pahami Bahasamu

Di Indonesia, Sering sekali terdapat penulisan yang salah karena tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). EYD adalah sebuah ketentuan yang dibuat berdasarkan apa yang sudah disepakati oleh beberapa tokoh pakar bahasa Indonesia yang sengaja berkumpul untuk menentukan satu patokan penulisan bahasa yang benar. Para tokoh pakar bahasa ini berkumpul pada tahun 1972 dan akhirnya menyepakati sebuah ejaan yang benar untuk penulisan kata dalam bahasa Indonesia yang kemudian mereka sebut dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) untuk mengubah ejaan yang sebelumnya digunakan oleh bangsa Indonesia yaitu Ejaan Suwandi.

Banyak kata dalam ejaan Suwandi yang dirubah ejaan penulisannya. Sayang, masih banyak orang Indonesia yang tidak memahaminya dan tetap menganut ejaan lama yang sudah tidak dipakai lagi.

Beberapa kata yang dirubah ejaan penulisannya seperti Nopember dalam ejaan lama dirubah menjadi Nofember. Banyak sekali orang yang terjebak. Agar tidak salah menuliskannya, atau agar tidak menjadi tulisan dalam bahasa Inggris, banyak orang yang menuliskan Nofember dengan Nopember. Ingat dalam bahasa Inggris penulisan Nofember adalah November. Bahkan di tiap kalender selalu ditulis dengan huruf P Nopember, semantara yang benar adalah Nofember.

Kata lain yang juga mengalami perubahan ejaan adalah kata Jumat. Dulu Jumat ditulis dengan Jum’at, namun setelah disyahkannya EYD tulisan itu dirubah menjadi Jumat tanpa ada koma diatasnya. Kata ini sepertinya sudah cukup dipahami karena tidak ada lagi orang yang menuliskan Jumat dengan koma di atas.

Selain membahas tentang penulisan ejaan, para tokoh juga membahas tentang cara penulisan gelar orang yang benar. Contohnya Prof DR Samuel MM maka penulisan yang benar adalah Prof. DR. Samuel, MM. Perhatikan penulisan titik dan koma dalam nama tersebut. Jika gelar di belakang nama lebih dari satu maka ditulis Prof. DR. Samuel, SE., MM. Setiap di akhir gelar harus dibubuhi titik dan koma digunakan untuk membedakan nama dan gelar serta gelar satu dengan lainya di belakang nama. Hal ini masih sering terjadi kesalahan dalam penulisan. Tidak tertutup kemungkinan setelah titik masih ada koma pula seperti gelar di belakang nama SE., MM.

Selain itu hal lain yang juga dibahas dalam pertemuan para tokoh pakar bahasa itu adalah cara penulisan singkatan. Setiap singkatan harus dibubuhi titik di setiap huruf singakatannya dengan catatan bila singkatannya terdiri dari dua huruf. Contoh Hotel Indonesia, singkatannya seharusnya ditulis dengan H.I. titik disini berfungsi sebagai pengganti kata yang sudah disingkat. Untuk hal ini masih banyak yang salah dalam penulisannya.

Bila singkatan terdiri dari tiga huruf seperti Bank Dagang Negara, maka seharusnya ditulis BDN. dengan satu titik dibelakangnya. Tapi hal ini tidak berlaku bagi singkatan yang sudah dianggap sebagai kata misalnya MPR, DPR, UUD dan sebagainya, sebab hal ini sudah sangat dipahami, maka singkatan itu tidak lagi dianggap sebagai singkatan, melainkan sebagai kata.

Pahamilah hal ini dan disiplinlah dalam penggunaannya, sebab bila kita ingin negara kita menjadi negara yang maju maka salah satu syarat yang harus kita jaga adalah kedisiplinan. Tegakkan kedisiplinan dalam hidup dan negara ini akan melangkah lebih maju.

26 Tanggapan

  1. kadang usaha untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar “ditolak” karena menimbulkan kesan “ruwet” …🙂

  2. @ jurig
    Pilih mana, ruwet tapi bener dan bagus atau simple tapi salah dan blepotan hayooo…🙂

    @ kana
    makasih, udah buka link itu kok, memang rada nyambung juga.

  3. yang kaya’ gini, yang bikin pusing pas ngerjain tugas akhir.. hehehehe

  4. Bahasa Indonesia, ibarat orang, sedang dalam masa pertumbuhan. Proses penyerapan dari bahasa lain yang sudah lebih “dewasa” masih berlangsung. Karenanya, tak heran, sangat banyak yang blepotan.

    Yang sial, ibarat anak tadi, bahasa Indonesia tumbuh secara liar, kurang kasih sayang. Jadi, arahnya ngga jelas.

  5. @ isez
    Sebenarnya gak terlalu bikin pusing kalo sebelumnya udah dipahami terlebih dahulu

    @ Toga
    Itulah tugas kita, agar bahasa Indonesia tidak tumbuh secara liar, maka kita wajib menjaga dan melestarikannya. Berikan pula kasih sayang secara penuh terhadap bahasa persatuan di negara kita ini.

  6. Biarkan bahasa Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Mari kembali menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  7. @ yudis
    yup, berbahasa Indoesia yang baik dan benar ini perlu kita budayakan di negara kita, tapi sayang masih banyak yang salah kaprah yah.

  8. Yah begitulah bangsa kita, merasa bangga kalau budaya asing menghiasi kehidupan sehari-hari. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya sendiri. Saya suka tulisan anda tentang G-30-S/PKI, kalau boleh saya tahu dari mana anda mengetahui fakta yang anda tulis. Tentang Bom Bali 1, dari mana anda tahu tentang Amerika dan CIA? Bukannya saya tidak percaya, tetapi akan lebih baik jika suatu kebenaran di sertai dengan bukti, bukan?

  9. Bangsa kita memang bangsa yang sedang menghadapi masalah krisis PD. Kita bangga jika kebudayaan asing menghiasi kehidupan kita sehari-hari cuma karena kita gak yakin akan keindahan kebudayaan kita sendiri.
    Tentang G-30-S/PKI faktanya saya dapat dari pendapat beberapa orang yang cukup mengetahui kejadian yang sebenarnya dan dari fakta yang terjadi belakangan yang membuktikan bahwa sejarah memang sudah dibelokkan.
    Mengenai bom Bali 1 adalah murni pemikiran awal saya ketika saya pertama kali mendengar peristiwa berdarah itu. Saya memiliki keyakinan seperti itu karena sebelumnya saya mendengar khabar dari berita bahwa menteri pertahanan AS waktu itu mengatakan bahwa Indonesia adalah tempat paling potensial sebagai tempat persembunyian teroris dan hal ini dibantah keras oleh Ibu Mega yang kala itu menjabat sebagai presiden. Waktu itu tidak ada bom meledak di manapun di tanah air dari bom berjenis TNT, semua bom yang pernah meledak di tanah air adalah jenis bom rakitan, lalu siapa yang punya bom jenis TNT? Jawabnya cuma satu yaitu Amerika Serikat. Banyak kejanggalan yang kalau dicerna, ujung2nya ngarah ke amerika. Supaya pemerintah Australia gak berisik, ditangkaplah seorang kambing hitam dan berkembang ke anggota lainnya.

  10. Buat aku ini bener2 rumit -__- pantesyan basa indo ku gak pernah lebih dari 7 .. *sigh*

  11. terima kasih atas penjelasannya

  12. @ chielicious
    Yah angka 7 juga khan udah lebih dari cukup chi, bagus lho itu paling gak yang salah cuma 3 khan kalo soalnya cuma 10 seh…😀

    @ yudis
    sama-sama Yudis

  13. […] dan EYD gw makin ga jelas!!! udah dulu ah.. cape […]

  14. Wow, great post.. Merdeka😀

  15. @ sezsy
    Sebenarnya seh gak rumit, hanya perlu sedikit dimengerti, kalo dah ngerti pasti deh sezsy gak bakal bilang gitu lagi, yah khan…?

    @ ale
    makasih buat komennya, makasih juga buat kunjungannya… merdeka!!😀

  16. sebenernya, soal ejaan itu… kalo pake istilah anak sekarang… ‘penting nggak sihhh…’

  17. @ helen
    Semua seh tergantung yang make aja, mau make apa gak yah terserah aja, tapi kalo pertanyaannya soal penting apa gak, yah aku bilang seh penting bgt. Ingat, disiplin berbahasa adalah cermin budaya bangsa.😀

    **kabur ach daripada ditimpuk helen**

  18. alm. pramoedya akan berterima kasih kepada anda.

  19. Sayang dalam instansi pemerintah pun kesalahan bahasa lazim terjadi. Seharusnya masalah bahasa ini lebih diperhatikan oleh pemerintah, ini tentang budaya. Kalo masyarakat sih paling ikut saja. Setahu saya masyarakat tanpa budaya yang jelas cenderung jadi masyarakat yang labil. Sebaliknya negeri dengan budaya yang kuat seperti Jepang dan Inggris cenderung maju.
    Saya sering kesulitan mencari padanan kata dan yang disesalkan adalah minimnya fasilitas untuk belajar. Kamus Bahasa Indonesia termasuk langka di lingkungan saya.

  20. @ ңựתּ
    yup bener, di kalangan pemerintahan pun masih banyak yang mekukan kesalahan dan kesalahan ini sengaja dibiarkan karena dia tau kesalahan ini akan dimaklumi oleh orang yang membacanya tanpa pernah sekalipun berfikir bahwa sebenarnya mempertahan sesuatu yang salah adalah awal dari kebodohan. Menulis dalam bahasa sendiri aja masih salah, gimana mau menulis dalam bahasa asing

  21. untuk doktor, bukankah seharusnya ditulis Dr. (dengan ‘r’ kecil?) anyway, it’s a good post…

  22. sorry om.
    SE seharusnya S.E.
    MM seharusnya M.M.
    dan Doktor seharusnya Dr.

  23. Maka daripadanya yang semangkin adalah lebih baik daripada saudara nyang di amerika syrekat yang mana daripadanya yaitu

  24. maaf mau tanya mana yang bener…
    dirubah atau diubah???
    bukannya kalo dirubah kata dasarnya rubah ditambah imbuhan di- (rubah bukannya binatang ko bisa jadi kata kerja pasif)…

    hehehe…

  25. Penulisan bulan yang kesebelas itu adalah November, bukan Nopember, yang lebih keliru lagi Nofember.
    Mohon dikoreksi artikelnya Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: