Sebuah Pemahaman yang Salah

Dua insan berlainan jenis menjalin cinta. Seribu janji terucap untuk bersama mengarungi bahtera cinta. Janji pun terbukti, mereka menikah. Lalu apa yang terjadi pada sang istri? Hal inilah yang akan saya bahas dalam blog pertama ini.

Banyak wanita yang memilih untuk tetap berkarier setelah menikah, tentunya dengan izin suaminya, namun tidak sedikit wanita yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik setelah menikah. Ibu rumah tangga yang baik inilah yang sebenarnya tanpa dia sadari telah mengakhiri hidupnya.

Orang tua dulu berkata, “Untuk apa anak perempuan sekolah tinggi-tinggi, tokh akhirnya masuk dapur sumur dan kasur juga.” Kita tentu sadar bahwa statement di atas salah. Jaman sekarang bukannya jamannya hanya untuk pria. Dunia sekarang bukan dunianya pria saja, tapi wanita juga sudah saatnya berperan aktif dalam segala hal tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.

Bayangkan, berapa banyak wanita indonesia yang dapat melakukan hal ini?

Emansipasi yang dulu diperjuangkan oleh seorang wanita dari kalangan kraton jawa bernama kartini memang sudah sepatutnya dirasakan oleh wanita indonesia. Namun, emansipasi seperti apa? Apakah dua wanita yang sedang bertinju di atas ring juga dikatakan sebagai emansipasi? Tentu saja tidak. Emansipasi yang dulu diperjuangkan oleh kartini adalah persamaan hak antara wanita dan pria. Jika pria bisa duduk di kursi empuknya anggota dewan, maka wanita juga bisa. Jika pria memiliki hak dipilih dan memilih dalam pemilu, maka wanita juga harus punya, inilah yang disebut dengan emansipasi. Tapi jika pria bisa bertarung di atas ring tinju untuk meraih gelar tinju dunia, wanita tidak perlu ikut-ikutan.

Pemahaman yang salah dari wanita jaman sekarang adalah, seorang wanita yang merasa hidupnya berakhir setelah menikah. Yang dimaksud dengan hidupnya berakhir adalah ia tak lagi merasa perlu merawat diri, tak lagi merasa perlu untuk tampil cantik, tak perlu lagi merasa perlu tau apa yang terjadi di belahan bumi sana. Untuk apa merawat diri, tokh sudah ada yang mau, untuk apa tampil cantik tokh sudah ada suami yang tetap cinta walau sekarang tubuhku melar seperti balon, untuk apa mengetahui apa yang terjadi di belahan bumi sana, tokh tak ada hubungannya dengan aku dan keluargaku.

Sering sekali wanita tiba2 berbeda penampilannya setelah menikah apalagi sudah punya anak. Seolah wanita dilahirkan oleh ibunya hanya untuk menikah, punya anak dan selesailah sudah seluruh tanggung jawab hidupnya. Inilah pemahaman yang salah dari wanita. Memang tidak semua wanita berfikiran sama dalam hal ini. Namun bagi wanita yang memiliki pemahaman yang salah, apapun yang terjadi dengan dunia tak lagi ada perlunya. Yang dia tahu hanya bagaimana kehidupan orang2 yang ada di sekitar dia atau yang mengenalinya dan dikenalinya, itu saja.

Berapa banyak wanita yang kembali meneruskan kuliahnya yang sempat putus di tengah jalan setelah menikah? Berapa banyak wanita bergelar sarjana yang bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya setelah menikah. Mengapa hanya sedikit jawabnya. karena banyak wanita yang tidak memerlukan semuanya. Hidup tinggal sesaat, dan saatnya untuk mengabdikan sisa umur hanya untuk keluarga, keluarga dan keluarga. Tokh aku dilahirkan hanya untuk menikah dan punya anak…

8 Tanggapan

  1. kenapa banyak wanita Indonesia “memutuskan” untuk merasa hidupnya berakhir setelah menikah ?????

    sungguh mengenaskan …

  2. @ jurig

    Yah… bgitulah kenyataannya. Tapi ada sisi baiknya, Indonesia menjadi salah satu negara yang terramah dan teraman di dunia.
    Ada pepatah mengatakan, “jika kau ingin melihat kebaikan suatu negara, lihat dulu bagaimana sikap wanitanya…”

  3. hmm… bagus juga kerja kantoran sambil gendong anak, kyk baru kali ini Lis lihat wanita karir yang seperti ini ;))… jd pengen nyoba nech… tp apa bs dia melakukan semua itu selamanya?

    Itulah yg selalu sulit dilakukan oleh wanita Indonesia iya khan

  4. klu saya jd istri’nya bang ferry saya gak mau kerja ach… mendingan dirumah aja enak, bercanda ama mertua, hehehe… kerja itu khan cape, hihihi… itu ilihan saya seh… tp saya punya alasan sendiri kenapa milih dirumah ketimbang kerja setelah menikah. hmm…

  5. gimana abang setuju gak? wekekekekekkk

  6. @ Lis
    Setuju aja seh, asal bener-bener bisa bagi waktu, jgn sampai salah satu malah jadi terbengkalai. Lebih runyam lagi klo keluarga yg jadi terbengkalai hehehe

  7. setelah menikah ko gw malah merasa hidup justru baru dimulai yah? hihihi..makin bnyk kesempatan dan tantangan😀 smangat!

  8. @ vanillafudge
    ah yg bener, udah ada yg mau udah nikah udah punya anak apalagi seh yg dicari wanita. pasti dia merasa hidupnya sudah lengkap, gak ada lagi yg perlu diburu, saatnya mengabdikan hidup bagi keluarganya, tul gak.
    Tapi kalo bener hidup baru mulai saat menikah bagus deh, berarti tetep ada waktu buat karier dan ada waktu buat keluarga, yah khan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: