Posted on 2 Oktober 2007 by Dion
Di kampung tempat tinggalku, Bulan Ramadhan adalah saat-saat yang sangat menyenangkan bagiku. Saat-saat dimana mesjid selalu penuh tak perduli waktu. Pagi, siang, sore atau malam bahkan tengah malam sekalipun selalu ada saja orang yang mendiami mesjid.
DIarsipkan di bawah: Budaya, Peristiwa, Religi | 18 Komentar »
Posted on 26 September 2007 by Dion
Setiap tahun, para ahli hisab dan rukyat berkumpul dengan para ahli astronomi untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal. Perdebatan pun tak terelakkan. Hasil akhirnya, ada saja yang mengatakan bahwa mereka akan merayakan Idul Fitri duluan dari pada yang lain. Mengapa demikian?
DIarsipkan di bawah: Budaya, Realita, Religi | 8 Komentar »
Posted on 13 September 2007 by Dion
Ada kejadian lucu yang pernah terjadi padaku waktu di bulan puasa beberapa tahun yang lalu dan ampe sekarang mash ku ingat. Ceritanya, ibuku waktu itu mau masak pecel buat buka puasa dan aku diminta buat numbuk kacang buat dijadiin bumbu pecel tersebut.
DIarsipkan di bawah: Budaya, Humor, Realita, Religi | 26 Komentar »
Posted on 12 September 2007 by Dion
Uhhh… akhirnya berakhir juga penderitaan ini. Penderitaan? Yup, sebuah penderitaan akibat koneksi internet saya mengalami gangguan teknis yang menyebabkan saya tak bisa lagi surfing di WP selama beberapa hari. Ini merupakan penderitaan bagi saya.
DIarsipkan di bawah: Cinta, Realita, Religi | 4 Komentar »
Posted on 28 Juli 2007 by Dion
Diana adalah seorang temen baikku. Berkulit hitam manis dan suka bergaul dengan cowok. Namun yang membuatku suka berteman dengannya adalah sikapnya yang tomboy dan berlaku sesukanya tapi sopan. Dia tidak pernah merasa risih jika bergabung bersama temannya yang hampir semuanya cowok. Bahkan gilanya, dia atau temennya selalu lupa kalo ternyata dia itu cewek. Diana selalu [...]
DIarsipkan di bawah: Realita, Religi, Wanita | 13 Komentar »
Posted on 18 Mei 2007 by Dion
Sebuah artikel yang tanpa sengaja saya baca ketika saya sedang berupaya mencari sebuah artikel untuk dimuat di koran tempat di mana saya bekerja sekarang, membuat saya bergidik. Kisah ini sungguh tragis walau secara kasat mata tidak ada darah dalam kisah ini. Mau tau ceritanya?
DIarsipkan di bawah: Realita, Religi, Wanita | 17 Komentar »